Ragam

Persaingan Skutik 125 cc Makin Ketat, Ini Motor Paling Hemat BBM

×

Persaingan Skutik 125 cc Makin Ketat, Ini Motor Paling Hemat BBM

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Persaingan motor matik 125 cc di Indonesia kini tidak hanya soal desain dan fitur, tetapi juga efisiensi bahan bakar. Sejumlah pabrikan menghadirkan teknologi terbaru untuk menghasilkan konsumsi BBM yang semakin hemat tanpa mengorbankan performa.

Pengamat otomotif roda dua, Dadang Widhaswara, mengatakan peta persaingan skutik 125 cc saat ini mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, dominasi pabrikan Jepang dalam urusan efisiensi bahan bakar kini mulai mendapat tantangan dari produsen lain yang menghadirkan teknologi baru.

“Kalau dulu kita menganggap motor Jepang selalu menjadi yang paling irit, sekarang persaingannya jauh lebih menarik. Teknologi hybrid, sistem injeksi yang semakin canggih, hingga fitur auto stop-start membuat selisih konsumsi BBM antarproduk semakin tipis,” ujar Dadang.

Berdasarkan data pengujian laboratorium dengan metode standar internasional yang setara dengan WMTC (World Motorcycle Test Cycle) atau ECE R40, Yamaha Grand Filano menempati posisi pertama sebagai skutik 125 cc paling irit dengan konsumsi bahan bakar mencapai 60,2 kilometer per liter.

Menurut Dadang, capaian tersebut tidak lepas dari penerapan teknologi Blue Core Hybrid yang dipadukan dengan Smart Motor Generator (SMG) dan Stop & Start System (SSS).

“Teknologi hybrid pada Grand Filano membantu meringankan kerja mesin saat akselerasi awal. Momen start dari posisi diam merupakan kondisi yang paling banyak mengonsumsi bahan bakar, sehingga bantuan tenaga listrik membuat penggunaan bensin menjadi lebih efisien,” jelasnya.

Posisi kedua ditempati TVS Callisto 125 dengan konsumsi BBM sebesar 53 kilometer per liter. Dadang menilai keunggulan motor asal India tersebut terletak pada karakter mesin overstroke yang menghasilkan torsi besar sejak putaran rendah.

“Pengendara tidak perlu membuka gas terlalu dalam saat berkendara di kemacetan. Itu yang membuat konsumsi bahan bakarnya tetap efisien dan nyaman digunakan sebagai motor harian,” katanya.

Sementara itu, Suzuki Burgman Street 125 EX berada di posisi ketiga dengan konsumsi bahan bakar 52,6 kilometer per liter. Skutik ini mengandalkan teknologi Suzuki Eco Performance Alpha (SEP-α) serta fitur Engine Auto Stop-Start (EASS) yang otomatis mematikan mesin ketika berhenti beberapa detik.

“Fitur auto stop-start sangat membantu mengurangi pemborosan BBM saat berhenti di lampu merah atau kemacetan. Teknologi seperti ini kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi kendaraan,” tutur Dadang.

Meski demikian, Dadang mengingatkan bahwa angka konsumsi BBM hasil pengujian laboratorium tidak selalu sama dengan penggunaan di jalan raya.

“Hasil riil sangat dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, hingga perawatan motor. Jadi angka resmi itu menjadi acuan, tetapi hasil di lapangan bisa berbeda,” pungkasnya.