Teknologi

India Geser Thailand sebagai Kiblat Baru Industri Sepeda Motor Dunia? Ini Analisis Dadang Widhaswara

×

India Geser Thailand sebagai Kiblat Baru Industri Sepeda Motor Dunia? Ini Analisis Dadang Widhaswara

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Selama bertahun-tahun Thailand dikenal sebagai “Detroit of Asia” sekaligus basis produksi berbagai sepeda motor premium untuk pasar global. Mulai dari motor sport, motor turing hingga skuter matik berteknologi tinggi banyak lahir dari pabrik-pabrik yang berdiri di Negeri Gajah Putih tersebut.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, peta industri roda dua dunia mulai menunjukkan perubahan. India perlahan menjelma menjadi pusat baru manufaktur, riset, dan pengembangan sepeda motor yang menarik perhatian berbagai pabrikan global.

Pengamat otomotif Dadang Widhaswara menilai pergeseran tersebut terlihat dari semakin banyaknya merek besar dunia yang menggandeng perusahaan otomotif asal India untuk memproduksi motor berkapasitas kecil hingga menengah.

“India saat ini bukan hanya menjadi pasar terbesar roda dua di dunia, tetapi juga berkembang menjadi pusat produksi global yang sangat kompetitif. Banyak merek besar memilih India karena skala produksinya sangat besar dan biaya manufakturnya lebih efisien,” ujar Dadang

Fenomena tersebut terlihat dari sejumlah kolaborasi besar yang lahir dalam beberapa tahun terakhir. BMW Motorrad bekerja sama dengan TVS Motor Company untuk memproduksi keluarga G 310 Series. Triumph menggandeng Bajaj Auto melalui Speed 400 dan Scrambler 400X.

Sementara Harley-Davidson berkolaborasi dengan Hero MotoCorp melalui model X440. Menariknya, sebagian besar model hasil kolaborasi tersebut diproduksi di India dan dipasarkan ke berbagai negara, termasuk kawasan Asia dan Eropa.

Tak hanya pabrikan Eropa dan Amerika, produsen Jepang pun mulai memberi perhatian besar terhadap pasar India. Regulasi penggunaan bahan bakar etanol E20 yang diterapkan pemerintah India membuat sejumlah produsen harus menyesuaikan teknologi mesin mereka agar tetap kompetitif di pasar tersebut.

Menurut Dadang, faktor terbesar yang membuat India semakin menarik adalah besarnya pasar domestik. Dengan penjualan jutaan unit motor setiap tahun, produsen mampu menekan biaya produksi dan mempercepat pengembangan produk baru.

Selain itu, pemerintah India juga dinilai agresif mendorong pengembangan kendaraan listrik. Sejumlah produsen lokal seperti TVS berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan di segmen motor listrik yang kini menjadi salah satu fokus industri otomotif global.

Meski demikian, Thailand masih memiliki posisi kuat sebagai basis produksi motor premium Jepang. Sejumlah model seperti Honda Rebel Series, CB650 Series hingga Kawasaki ZX-25R masih diproduksi di negara tersebut dengan standar kualitas yang diakui dunia.

“Thailand belum kehilangan peran strategisnya. Namun jika berbicara tentang pertumbuhan investasi, inovasi teknologi dan produksi motor kelas menengah untuk pasar global, India saat ini sedang berada di garis depan,” kata Dadang.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, India kini dianggap sebagai salah satu pusat baru industri sepeda motor dunia. Jika sebelumnya Thailand menjadi tujuan utama investasi manufaktur roda dua, kini banyak pengamat melihat arah pergerakan industri global mulai bergeser ke India.