SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pondok Pesantren Mumtaz Mizani Subang dipersiapkan menjadi pusat pembinaan prestasi di lingkungan jaringan pendidikan Al-Mizan.
Penguatan itu ditegaskan melalui In House Training (IHT) Al-Mizan 2026 yang menjadi momentum penyamaan visi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus penguatan keunggulan setiap lembaga di bawah naungan Al-Mizan.
Mengusung tema “Bertumbuh Bersama, Menguatkan Keunggulan”, kegiatan tersebut menegaskan komitmen Al-Mizan dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan mengatakan, setiap lembaga dalam jaringan Al-Mizan memiliki fokus pengembangan yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Untuk Mumtaz Mizani Subang, arah pengembangan difokuskan pada pembinaan prestasi akademik dan nonakademik.
“Mumtaz Mizani Subang kami siapkan sebagai pusat pembinaan prestasi, mulai dari olimpiade madrasah, sains, olahraga, seni hingga Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kami ingin melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Pondok Pesantren Mumtaz Mizani Subang merupakan fasilitas asrama dan pendidikan pesantren unggulan yang telah diresmikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Berlokasi di Jalan Palabuan, Kelurahan Sukamelang, Kecamatan Subang, pesantren ini mengusung konsep pendidikan terpadu yang menitikberatkan pada pembentukan karakter Qur’ani sekaligus pengembangan prestasi akademik para santri.
Selain Mumtaz Mizani Subang, Al-Mizan juga mengembangkan keunggulan spesifik di setiap lembaganya. Al-Mizan Jatiwangi difokuskan pada pendidikan berwawasan universal, penguatan kajian keislaman, interfaith dialogue, serta pengembangan Komunitas Digital Pesantren (Kodipest).
Al-Mizan Wanajaya menjadi pusat pendidikan ekologi, Al-Mizan Cimalaka mengembangkan pendidikan kesehatan masyarakat berbasis keterampilan, sedangkan Al-Mizan Ciledug berfokus pada pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Meski memiliki karakter yang berbeda, seluruh lembaga Al-Mizan dipersatukan oleh lima kajian utama yang menjadi ruh pendidikan, yakni Kajian Al-Qur’an, Kajian Kitab Kuning, Kajian Ekologi, Kajian Literasi, dan Kajian Suluk Mizani.
Menurut pimpinan pesantren, In House Training 2026 tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarlembaga agar mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
“Keunggulan setiap lembaga adalah kekuatan bersama. Dengan semangat bertumbuh bersama, kami ingin menghadirkan pendidikan pesantren yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus tetap kokoh dalam nilai-nilai Islam,” pungkasnya.





