Awalnya, mereka menolak tawaran tersebut karena mengharapkan imbalan, tetapi Halimah akhirnya menerima dan menyusui bayi Muhammad selama empat tahun.
Ketika Muhammad berusia 5 tahun, Halimah mengembalikannya kepada ibu kandungnya, Aminah. Namun, tidak lama setelah itu, Aminah meninggal dunia karena sakit. Dua tahun kemudian, Abdul Muthalib juga meninggal, meninggalkan Nabi Muhammad SAW tinggal bersama pamannya, Abu Thalib, yang meskipun hidup sederhana, sangat peduli dan dermawan.
Bersama pamannya, Nabi Muhammad SAW pergi berdagang ke Negeri Syam dan berhasil sukses dalam bisnisnya. Selama perjalanan bisnis ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan seorang rahib bernama Nasthur yang mengungkapkan keistimewaan dalam dirinya. Dengan budi pekerti yang baik, Nabi Muhammad SAW tumbuh menjadi pemuda yang berakhlak mulia.
Setelah pulang dari Negeri Syam, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwailid dan dikaruniai tiga putra dan empat putri. Ia diangkat menjadi rasul oleh Allah SWT pada usia 40 tahun dan mulai menyebarkan ajaran Islam setelah menerima wahyu pertamanya di Gua Hira. Sejak saat itu, ia terus berdakwah hingga akhir hayatnya.
Melalui sejarah kelahiran dan kehidupan awal Rasulullah, umat Islam di seluruh dunia diharapkan dapat mengambil hikmah dan mengikuti ajaran-ajarannya. Terlebih, setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen penting dalam sejarah agama Islam.
Kapan Mulai Ada Peringatan Maulid Nabi
Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang sangat penting bagi umat Muslim. Perayaan ini bukan hanya sekadar momen peringatan kelahiran Nabi, tetapi juga kesempatan untuk mengenang jasa-jasa dan ajaran-ajaran yang beliau wariskan kepada umat manusia.




