Ragam

Waspada Bahaya Suntik Filler Payudara, Berpotensi Sebabkan Cacat atau Kematian

×

Waspada Bahaya Suntik Filler Payudara, Berpotensi Sebabkan Cacat atau Kematian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Payudara (ist)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kasus tragis kembali terjadi di sebuah salon di Tambakbayan, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Seorang perempuan berinisial PK (27) meninggal dunia setelah menjalani suntik filler payudara dengan dosis 200cc silikon. Ironisnya, salon tersebut ternyata tidak memiliki izin resmi untuk praktik medis.

Perawatan Filler yang Aman

Menurut dr. Nurliati Sari Handini, SpBP-RE, atau yang akrab disapa Olly, perawatan dermal filler seharusnya hanya dilakukan pada area wajah untuk memberikan tampilan yang halus atau penuh. Area yang diizinkan termasuk lipatan nasolabial, pipi, dagu, bibir, dan punggung tangan, sesuai dengan rekomendasi dari FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat. Dermal filler tidak diperkenankan untuk digunakan pada area seperti payudara, bokong, tulang, tendon, ligamen, atau otot.

Risiko dan Bahaya Filler Payudara

Penggunaan dermal filler pada payudara atau bokong sangat berisiko karena membutuhkan volume besar, yang melebihi batas aman dari dermal filler. Menyuntikkan volume besar dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti emboli dan infeksi. Emboli sendiri merupakan penyumbatan arteri akibat bekuan darah atau gelembung udara, yang dapat berakibat fatal.

Jika ada yang ingin melakukan penambahan volume pada area payudara atau bokong, dr. Olly menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik. Dokter dengan kompetensi di bidang body contouring dapat memberikan rekomendasi yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien setelah melakukan pemeriksaan teliti.

Bijak dalam Memilih Perawatan Kecantikan

dr. Olly menekankan pentingnya menjadi pasien yang bijak dan cerdas. Masyarakat harus memahami tindakan yang akan dilakukan, risiko yang mungkin terjadi, serta manfaat yang mungkin didapat. Penting untuk mempertimbangkan apakah risiko tersebut sepadan dengan manfaat yang diharapkan.

Selain itu, dr. Olly mengingatkan agar pasien selalu berkonsultasi dengan dokter yang kompeten dan memiliki izin praktik resmi. Komunikasi yang terbuka dan santun dengan dokter mengenai harapan realistis dan pilihan yang aman sangatlah penting.

Pasien harus menyadari bahwa semua tindakan medis merupakan proses upaya dan bukan jaminan atau garansi akan kepastian hasil. Upaya ini dilakukan sebagai kolaborasi antara pasien dan dokter untuk mencapai hasil yang optimal.

Kasus kematian akibat suntik filler payudara di Sleman menyoroti pentingnya kewaspadaan dan pengetahuan dalam memilih perawatan kecantikan. Dermal filler seharusnya hanya digunakan untuk area wajah dan dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dan berizin.

Masyarakat harus bijak dan berhati-hati dalam memilih perawatan, selalu mempertimbangkan risiko dan berkonsultasi dengan dokter ahli untuk hasil yang aman dan optimal.

Sumber: KOMPAS.tv