Teknologi

Gandeng PLN, Microsoft Siapkan Energi Surya 200 MW untuk Dukung Operasional Pusat Data di Indonesia

×

Gandeng PLN, Microsoft Siapkan Energi Surya 200 MW untuk Dukung Operasional Pusat Data di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kantor Microsoft | Foto: Microsoft News

KARAWANG, TINTAHIJAU.com — Microsoft berencana memanfaatkan energi terbarukan berskala besar untuk menunjang operasional pusat datanya di Indonesia. Perusahaan teknologi global tersebut tengah menyiapkan kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 200 megawatt (MW).

Presiden Cloud Operations & Innovation Microsoft, Noelle Walsh, menyampaikan bahwa kontrak kerja sama dengan PLN saat ini sedang dalam tahap penggodokan. Ia menegaskan langkah ini mencerminkan keseriusan Microsoft dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

“Saya sangat senang, saya yakin, dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kontrak yang sedang kami kerjakan bersama PLN. Seperti yang telah disebutkan, kami sangat serius dalam hal keberlanjutan, dan ini adalah kontrak berdurasi 10 tahun untuk membawa energi surya ke jaringan listrik di Indonesia,” ujar Noelle Walsh saat berkunjung ke fasilitas Data Center Microsoft di Karawang, Jawa Barat, Rabu (4/2).

Ia menambahkan, kapasitas energi surya sebesar 200 MW tersebut diharapkan dapat membantu membuat jaringan listrik di Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan, sekaligus mendukung kebutuhan listrik pusat data Microsoft. “200 megawatt akan membantu membuat jaringan listrik di sini lebih ramah lingkungan, dan memungkinkan kami untuk menggunakan energi tersebut untuk mengoperasikan pusat data kami,” katanya.

Meski demikian, Noelle belum merinci lebih jauh mengenai skema penyediaan energi ramah lingkungan tersebut. Namun, langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen jangka panjang Microsoft terhadap isu keberlanjutan.

Microsoft menargetkan seluruh operasionalnya bebas dari energi berbasis karbon pada akhir 2025. General Manager Azure Infrastructure Microsoft, Alistair Speirs, menyebutkan bahwa komitmen tersebut menjadi dasar berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan, termasuk dalam pembangunan dan pengelolaan pusat data.

“Kami melakukan semua ini dengan komitmen untuk menggunakan energi nol karbon 100 persen di seluruh armada kami pada akhir 2025. Dan sekarang sudah tahun 2026, sehingga kami berharap dapat melakukan lebih banyak lagi setelah menyelesaikan audit dan pemeriksaan infrastruktur,” jelas Alistair.

Ia juga menekankan bahwa upaya keberlanjutan tidak hanya berfokus pada sumber energi, tetapi juga pada jejak karbon dari material bangunan. Menurutnya, Microsoft terus mengembangkan teknik konstruksi yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan material kayu untuk mengurangi emisi karbon serta pengembangan prototipe beton dengan kandungan karbon yang lebih rendah.

Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari target Microsoft untuk menjadi perusahaan netral karbon pada 2030. Selain itu, Microsoft juga berkomitmen mencapai status water positive pada 2030, yakni mengembalikan lebih banyak air ke lingkungan dibandingkan dengan yang digunakan dalam seluruh operasionalnya.

Saat ini, fasilitas pusat data Microsoft di Karawang memiliki kapasitas total 144 MW saat beroperasi penuh. Selain lokasi tersebut, Microsoft juga mengoperasikan dua kampus pusat data lain dengan kapasitas gabungan mencapai 144 MW. Langkah pemanfaatan energi surya dinilai akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis infrastruktur digital ramah lingkungan di kawasan.

Sumber: CNN Indonesia