JAKARTA, TINTAHIJAU.com— Industri teknologi kembali diguncang oleh inovasi terbaru dari ranah kecerdasan buatan. OpenAI secara resmi meluncurkan “ChatGPT Work”, sebuah agen AI mutakhir yang dirancang khusus untuk mendampingi dan mengotomatisasi pekerjaan para profesional di lingkungan kantor.
Berbeda dengan pendahulunya seperti Codex yang berfokus pada ranah pemrograman, ChatGPT Work mengemban misi yang lebih luas: menjadi asisten serbabiisa di meja kerja. Mulai dari menyusun dokumen, merancang presentasi estetis, mengolah data yang rumit, hingga mengeksekusi tugas-tugas rutin secara otomatis dapat ditangani oleh platform ini.
Kekuatan utama dari ChatGPT Work terletak pada dapur pacunya yang ditenagai oleh keluarga model AI paling gres, yakni GPT-5.6. Model ini hadir dalam tiga varian spesifik—Sol, Terra, dan Luna—yang diklaim mampu menyelesaikan problematik pekerjaan yang kompleks, fleksibel terhadap perubahan instruksi, serta memproduksi hasil kerja yang matang meski dengan instruksi operasional (prompt) yang sangat minim.
Kehadiran tool ini menandai realisasi nyata dari visi besar OpenAI untuk membangun sebuah “aplikasi super” (super app), yaitu sebuah ekosistem tunggal yang menyatukan kekuatan percakapan ChatGPT, kemampuan coding Codex, serta aneka kompetensi AI mutakhir lainnya dalam satu wadah praktis.
Kemampuan Otomatisasi Lintas Aplikasi
Dalam penerapannya di ruang kerja, ChatGPT Work memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap konteks. Sistem ini dapat memindai informasi dari berbagai aplikasi, berkas digital, hingga aktivitas desktop pengguna, lalu mengonversinya secara instan menjadi draf laporan, lembar kerja spreadsheet, maupun materi presentasi yang siap dibagikan. Hebatnya lagi, AI ini mampu beradaptasi dengan template dan format baku yang lazim digunakan oleh penggunanya.
Konektivitas juga menjadi nilai tambah yang krusial. ChatGPT Work telah mendukung lebih dari 1.400 plugin eksternal. Pengguna cukup mengetikkan simbol “@” untuk menjembatani chatbot ini dengan platform produktivitas populer seperti Slack, Google Drive, Notion, hingga GitHub.
Tidak hanya itu, integrasi pada aplikasi desktop untuk sistem operasi Windows dan macOS telah dilengkapi dengan penjelajah web (browser) bawaan serta kapabilitas computer use. Fitur visioner ini memungkinkan sang AI berinteraksi langsung dengan aplikasi desktop, berselancar di internet, hingga memindahkan dokumen secara mandiri demi merampungkan tugas.
Bahkan melalui fitur teranyar bertajuk Sites, pengguna dapat menginstruksikan ChatGPT Work untuk membangun situs web maupun aplikasi sederhana, seperti dashboard interaktif, alat pelacak proyek (project tracker), hingga portal internal perusahaan.
Kendali Penuh di Tangan Pengguna
Guna meminimalkan kesalahan eksekusi, OpenAI menyematkan fitur unggulan bernama Plan Mode. Lewat skema ini, AI akan mengumpulkan konteks dan menyusun rencana kerja komprehensif terlebih dahulu untuk kemudian dimintakan persetujuan kepada pengguna sebelum benar-benar dieksekusi.
Bagi pekerja dengan mobilitas tinggi, tersedia juga fitur Task Scheduling untuk menjadwalkan agenda kerja otomatis yang perkembangannya dapat dipantau langsung dari layar ponsel. Di sisi keamanan, OpenAI menegaskan bahwa kendali penuh atas izin akses dan privasi tetap berada mutlak di tangan pengguna.
Layanan ChatGPT Work dilaporkan sudah mulai tersedia sejak hari Jumat (10/7/2026) bagi seluruh pengguna aplikasi desktop di Windows dan macOS. Sementara itu, akses melalui platform web dan aplikasi seluler akan digulirkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan khusus bagi pelanggan setelan premium, meliputi paket ChatGPT Plus, Pro, Business, Enterprise, serta Edu.
Sumber: KOMPAS.com





