INDRAMAYU, TINTAHIJAU.com — Menjelang azan magrib berkumandang, suasana Alun-alun Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dipadati warga yang menghabiskan waktu sore dengan berbagai aktivitas. Rabu (4/3/2026), kawasan tersebut berubah menjadi pusat keramaian tempat masyarakat ngabuburit, membeli takjil, hingga bersantai bersama kerabat dan teman.
Langit senja yang kian temaram berpadu dengan hiruk-pikuk pengunjung yang datang silih berganti. Deretan pedagang kaki lima memenuhi sisi alun-alun, menawarkan aneka makanan dan minuman berbuka. Aroma gorengan serta minuman segar menambah semarak suasana.
Silvie Nailil Huda, warga Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, memilih menghabiskan sore di lokasi itu untuk menanti waktu berbuka. Ia datang bersama temannya sambil berburu jajanan.
“Aku datang ke sini menikmati sore, menunggu waktu berbuka, mencari takjil, dan berbuka puasa bersama teman aku di dekat alun-alun. Aku dapat sostel, telur gulung, cimin, sop buah, salad buah, dan buah naga putih,” tuturnya sembari menunjukkan aneka takjil yang telah dibelinya.
Tak hanya warga sekitar, masyarakat dari luar Kecamatan Haurgeulis juga tampak memadati area tersebut. Delia, warga Desa Bugistua, Kecamatan Anjatan, mengaku rutin berkunjung ke Haurgeulis, terutama saat Ramadan. Menurutnya, kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indramayu bagian barat.
“Bagi saya, Haurgeulis itu magnetnya Indramayu barat, banyak orang pada ke sini, kalau bulan puasa selalu ramai di sore hari, tapi biasanya juga kalau malam Minggu pada ke sini kayak saya dari Anjatan ke sini, bukan cuma orang-orang di Kecamatan Haurgeulis saja, tapi juga di kecamatan-kecamatan sebelahnya juga, makanya ramai,” ujarnya.
Keramaian serupa juga dirasakan para pedagang. Sugiarto (30), warga Desa Haurkolot yang berjualan cimin di sekitar alun-alun, menilai tingginya kunjungan tak lepas dari kelengkapan kebutuhan yang tersedia di Haurgeulis.
“Mungkin penyebab Haurgeulis ramai itu karena banyak kebutuhan yang ada di sini. Kita mau apa saja ada di sini. Seenggaknya lebih banyak adanya dibandingkan kecamatan-kecamatan lain di sekitar Haurgeulis bahkan cakupannya Indramayu barat,” katanya.
Selama Ramadan, Alun-alun Haurgeulis tak sekadar menjadi lokasi menanti waktu berbuka, tetapi juga ruang pertemuan sosial bagi warga lintas kecamatan. Tradisi ngabuburit, ragam kuliner, dan kebersamaan dalam nuansa senja menjadikan kawasan ini sebagai magnet aktivitas masyarakat Indramayu barat.
Sumber: detikJabar





