Megapolitan

Viral Menu MBG Berupa Singkong Goreng di Tasikmalaya Tuai Protes Warga

×

Viral Menu MBG Berupa Singkong Goreng di Tasikmalaya Tuai Protes Warga

Sebarkan artikel ini
Menu MBG di Tasikmalaya yang menuai sorotan. (Foto: Tangkapan layar)

TASIKMALAYA, TINTAHIJAU.com — Sebuah foto sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi bulan Ramadan baru-baru ini memicu sorotan tajam di media sosial. Hal ini lantaran menu yang dibagikan dinilai kurang lazim, yakni hanya terdiri dari susu, buah kurma, sebutir telur rebus, serta singkong goreng dengan taburan keju yang sangat sedikit.

Postingan yang beredar luas di sebuah komunitas Facebook tersebut memancing berbagai respons dari warganet. Banyak yang menyayangkan pemilihan singkong sebagai menu MBG, mengingat makanan tersebut sudah sangat biasa dan mudah ditemukan oleh para siswa di kawasan tersebut.

Seorang pengguna memberikan komentar bernada sindiran terhadap menu tersebut. “Atuh padahalmah combro we sakalian meh bisa disanguan (Padahal combro aja sekalian supaya bisa pakai nasi)” tulis akun Asep Kancing.

Komentar lain datang dari warganet yang menganggap uang tunai lebih baik ketimbang diberi singkong, sebab ketersediaan bahan pangan itu sangat melimpah di daerahnya. “Mending duitna we daripada dibere sampe mah. Da ari sampeumah teu kudu dibere atuh da banyak woy atuh ngerakeun embeg sampeu (mending uangnya daripada dikasih sampah mah. Kalau singkong mah enggak usah dikasih dong karena banyak, malu-maluin ngasih singkong) ,” tulisnya lewat akun Dian Yan.

Sementara itu, ada pula warganet yang mempertanyakan kesesuaian sajian tersebut dengan dana yang sudah ditetapkan pemerintah. “Tidak sesuai anggaran a diki kedah dikumahakeun anu kitu (harus diapakan yang begitu),” kata Vika dari akun Vika Nurelisa.

Berdasarkan informasi dari unggahan yang viral itu, paket MBG ini dibagikan kepada para murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakan Muncang, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Terkait hal ini, Suherman selaku Camat Karangnunggal membenarkan kejadian tersebut ketika dihubungi pada Selasa (3/3/2026).

Makanan itu rupanya didistribusikan pada bulan lalu melalui Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) setempat. “Menu itu di sajikan pada tanggal 23 februari 2026 oleh salah satu dapar di Karangnunggal,” ujar Suherman.

Menurut Suherman, pakar gizi menyatakan bahwa penggunaan singkong telah memenuhi syarat nutrisi dan secara aturan petunjuk teknis sama sekali tidak ada pelanggaran. Pihak SPPG ternyata mendapatkan pasokan tersebut berkat tawaran langsung dari para petani sekitar untuk program MBG ini.

“Secara kandungan gizi berdasarkan keterangan ahli gizi sudah sesuai. Secara juknis tidak melanggar. Jadi Para petani singkong menawarkan kepada dapur,” tambah Suherman.

Ia menjelaskan bahwa langkah menyajikan singkong ini merupakan upaya untuk memberdayakan hasil panen lokal. Harapannya, para petani sekitar bisa ikut meraup keuntungan finansial dari jalannya program pemerintah tersebut.

“Niat dapur mah ingin memanfaatkan tanaman pangan lokal yang ada di wilayah supaya petani bisa merasakan dampak kehadiran dapur dari sisi ekonomi,” pungkas Suherman.