BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi memperkenalkan konsep Sekolah Maung (Manusia Unggul), sebuah terobosan pendidikan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan sistem pendidikan yang lebih inklusif terhadap keberagaman bakat anak muda di Jawa Barat.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendefinisikan konsep Sekolah Maung:
1. Definisi Prestasi yang Lebih Luas
Berbeda dengan sekolah unggulan konvensional yang seringkali hanya memprioritaskan nilai rapor atau kecerdasan matematis, Sekolah Maung mengakui berbagai jenis kecerdasan. Sekolah ini menjadi wadah bagi siswa yang berprestasi di bidang:
- Akademik: Siswa dengan keunggulan sains, literasi, dan matematika.
- Non-Akademik: Siswa yang memiliki bakat menonjol di bidang olahraga, seni, hingga industri kreatif.
2. Kurikulum Berbasis Minat (Kelas Spesialisasi)
Untuk memastikan potensi siswa terasah dengan maksimal, Sekolah Maung akan menerapkan pembagian kelas berdasarkan fokus keahlian. Nantinya, siswa tidak dipaksa mengikuti satu standar yang sama, melainkan dikelompokkan dalam:
- Kelas Industri Kreatif.
- Kelas Olahraga.
- Kelas Seni.
3. Optimalisasi Sekolah “Favorit” yang Sudah Ada
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih strategi pemutakhiran (update) ketimbang membangun gedung baru. Sekolah-sekolah yang selama ini sudah dikenal sebagai sekolah favorit di setiap kabupaten/kota akan diubah fungsinya menjadi Sekolah Maung.
- Contoh: SMAN 3 Bandung atau SMAN 1 Subang.
- Peningkatan Kualitas: Sekolah-sekolah ini akan diperkuat dengan penambahan ruang kelas, teknologi pengajaran mutakhir, serta proses seleksi guru yang lebih ketat untuk menjamin standar kualitas “menengah ke atas”.
4. Seleksi Ketat dan Kebijakan Pembiayaan
Meskipun menyandang status sekolah unggulan, Sekolah Maung tetap mengedepankan prinsip keadilan sosial.
- Sistem Seleksi: Masuk ke sekolah ini tetap melalui proses seleksi yang ketat berdasarkan kualifikasi capaian prestasi siswa, baik di jalur akademik maupun non-akademik.
- Pendidikan Gratis: Gubernur menegaskan bahwa sekolah ini tetap gratis. Namun, pemerintah sedang mengkaji skema kontribusi sukarela bagi orang tua siswa yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi (misalnya berpenghasilan di atas Rp10 juta) guna mendukung fasilitas sekolah, selama tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.
Sekolah Maung adalah upaya Pemprov Jabar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencetak pemikir, tetapi juga praktisi kreatif dan atlet profesional. Dengan memanfaatkan infrastruktur sekolah favorit yang sudah ada, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi Jawa Barat yang benar-benar unggul sesuai dengan kodrat bakatnya masing-masing.





