Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi terkait ramainya perbincangan film dokumenter Pesta Babi.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah derasnya arus informasi dan opini di media sosial.
“Saya mengajak rekan-rekan semua untuk jangan mudah terprovokasi, kemudian berpikir dan bertindak dengan bijak,” ujar Hista usai mengikuti launching KDMP oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Tenjolayar, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Sabtu (16/5/2026).
Hista mengaku belum menonton film tersebut secara utuh dan hanya mengetahui dari informasi yang beredar. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Menurutnya, masyarakat dipersilakan menonton film tersebut sebagai bagian dari keterbukaan informasi. Namun, publik diminta tidak terpancing emosi ataupun menyebarkan penilaian sepihak yang berpotensi memicu kegaduhan.
“Menonton silakan saja, tidak jadi masalah. Tetapi tetap jangan terprovokasi dan bertindak bijak setelah melihat film itu,” katanya.
Ia menegaskan, TNI selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong masyarakat hidup rukun di tengah perbedaan pandangan.
Melalui imbauan tersebut, Korem 063/Sunan Gunung Jati menegaskan peran TNI tidak hanya menjaga pertahanan wilayah, tetapi juga menjaga ketenangan masyarakat serta memperkuat persatuan.
“Kita semua harus bisa menyaring informasi dengan baik dan tetap menjaga kondusivitas,” ujar Hista.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat, salah satunya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Majalengka, Reza, yang menilai imbauan itu menyejukkan situasi.
“Iya, saya setuju. Kita jangan mudah terprovokasi dan harus bijak dalam menyikapi setiap informasi,” ujarnya.





