Pemerintahan

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Polri Targetkan 1.500 Satuan Pelayanan Gizi Beroperasi di 2026

×

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Polri Targetkan 1.500 Satuan Pelayanan Gizi Beroperasi di 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (23/9/2025). (Sumber: ANTARA/Risky Syukur)

TUBAN, TINTAHIJAU.com — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkomitmen penuh dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis. Sinergi ini diwujudkan melalui target besar pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya di acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal Ke-2, Groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta peluncuran (launching) operasional SPPG Polri di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

“Pada tahun 2026, Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia,” ujar Listyo Sigit yang dipantau dari tayangan Breaking News Kompas TV.

Hingga saat ini, Polri tercatat sudah memiliki total 1.376 SPPG dengan rincian progres sebagai berikut:

  • 736 SPPG telah resmi beroperasi.
  • 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional.
  • 468 SPPG masih dalam tahap pembangunan.

Kapolri menjelaskan bahwa proyeksi keberadaan seluruh SPPG ini tidak hanya fokus pada perbaikan gizi, melainkan juga membawa dampak masif bagi perekonomian masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” tegas Kapolri.

Untuk memastikan kualitas makanan yang didistribusikan, Jenderal Listyo Sigit menekankan bahwa seluruh SPPG Polri telah menerapkan prinsip keamanan pangan (food safety) secara konsisten serta mengantongi berbagai sertifikasi resmi, di antaranya:

  1. Sertifikat penjamah makanan.
  2. Sertifikat laik higienis sanitasi.
  3. Sertifikat jaminan produk halal.
  4. Sertifikat uji laboratorium air.

Selain aspek kualitas, Polri juga mengedepankan pemerataan akses. Saat ini, sebanyak 33 SPPG sedang dibangun khusus di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) agar jangkauan pelayanan pemenuhan gizi dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat di pelosok negeri.

Langkah inovatif juga diambil Polri dalam operasional dapur gizi ini. Guna mendukung ketahanan energi dan menekan emisi, sebanyak 47 SPPG Polri saat ini telah memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi sebagai bahan bakar.

“Penggunaan CNG ini menjadi langkah strategis Polri dalam mendukung operasional SPPG yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan,” pungkas Kapolri.

Sumaber: KOMPAS