JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak boleh gentar dalam membongkar jaringan judi online (judol) di tanah air. Ia meminta Polri bergerak berani hingga menyasar ke bandar besar serta pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung atau beking praktik ilegal tersebut.
Pernyataan keras ini disampaikan Susno merespons pengungkapan kasus judi online internasional terbaru yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) di Indonesia. Menurutnya, Polri tidak memiliki alasan untuk takut karena mengantongi dukungan penuh dari pemegang kekuasaan tertinggi di negara ini.
“Saya kira bekingnya Polri adalah Presiden Republik Indonesia. Karena tertinggi Polri itu adalah Bapak Presiden, dan Bapak Presiden pasti tidak senang sama judi. Jangan takut,” ujar Susno dengan tegas.
Presiden Prabowo Dukung Penuh Pemberantasan Judol
Susno meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen pemberantasan judi online berada di level tertinggi. Oleh karena itu, aparat penegak hukum di lapangan diminta tidak ragu dalam menindak siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.
Ia kembali memperingatkan bahwa institusi Polri memiliki kekuatan hukum dan dukungan politik yang kuat dari kepala negara untuk membersihkan penyakit masyarakat ini sampai ke akar-akarnya.
“Polri kita tidak takut dengan siapapun, karena dia punya beking yang paling besar di Indonesia, yaitu Presiden,” lanjut Susno.
Pengungkapan kasus berskala internasional yang melibatkan ratusan WNA ini diharapkan menjadi momentum bagi Polri untuk terus agresif mengejar para aktor intelektual dan memutus mata rantai aliran dana judi online yang merugikan negara.




