Megapolitan

Arus Mudik Pantura Karawang Diwarnai Puluhan Kecelakaan, Faktor Kelelahan Jadi Penyebab Utama

×

Arus Mudik Pantura Karawang Diwarnai Puluhan Kecelakaan, Faktor Kelelahan Jadi Penyebab Utama

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kecelakaan (photo: istimewa/net)

KARAWANG, TINTAHIJAU.com – Memasuki periode mudik Lebaran 2026, rentetan insiden kecelakaan lalu lintas mulai terpantau di jalur arteri Pantai Utara (Pantura), khususnya di kawasan Jalan Lingkar Tanjungpura, Kabupaten Karawang. Berdasarkan pantauan sejak awal arus mudik pada 14 hingga 19 Maret 2026, belasan insiden telah terjadi. Beruntungnya, seluruh kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Untuk menghadapi potensi kondisi kedaruratan selama masa mudik, tim Pos Terpadu Relawan yang dikoordinasikan oleh Asep Hermanto telah menyiagakan armada bantuan. Sebanyak delapan unit mobil ambulans beserta satu unit motor ambulans telah disebar secara strategis di berbagai titik rawan.

Terkait rincian insiden, Asep Hermanto mengungkapkan bahwa mayoritas kecelakaan di wilayah tersebut dialami oleh pengendara roda dua.

“Data kecelakaan yang kami tangani dan tercatat sejak tanggal 14 Maret sampai 19 Maret pukul 06.00 WIB, terdapat 20 kali peristiwa kecelakaan yang mayoritas menimpa kendaraan sepeda motor,” ungkap Asep saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026) dikutip dari laman detikJabar.

Rincian Data Korban

Dari rentetan insiden yang terjadi, tim relawan mencatat puluhan pemudik membutuhkan penanganan medis akibat benturan. Berikut adalah rinciannya:

  • Total korban: 35 orang.
  • Klasifikasi luka: 19 orang mengalami luka ringan, sementara 16 lainnya menderita luka sedang.
  • Tindakan medis: 10 korban harus dirujuk ke fasilitas rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih intensif.

Meskipun sempat terluka, Asep mengonfirmasi bahwa seluruh pemudik akhirnya bisa kembali meneruskan perjalanan menuju kampung halaman.

“Dari 20 kali kecelakaan ada 35 korban tercatat, 19 di antaranya luka ringan dan 16 luka sedang, 10 orang di antaranya harus kita rujuk ke rumah sakit terdekat. Alhamdulillah semuanya dapat melanjutkan perjalanan usai mendapat peratawan medis,” kata dia.

Penyebab dan Upaya Antisipasi

Walaupun terdapat kendala infrastruktur di jalur Pantura, faktor kelelahan fisik pengendara dinilai sebagai pemicu utama rentetan kecelakaan ini. Kurangnya konsentrasi akibat tubuh yang lelah berujung pada terjadinya insiden tunggal maupun tabrakan antar-kendaraan.

“Kalau untuk penyebab, akibat jalan yang rusak ada, akibat penerangan kurang ada. Tapi rata-rata memang karena faktor kurang fokus berkendara, mungkin kelelahan sampai akhirnya kecelakaan,” imbuhnya.

Sebagai langkah pencegahan, tim relawan sejatinya sudah memasang berbagai rambu peringatan istirahat menjelang posko peristirahatan. Sayangnya, ambisi pemudik untuk lekas tiba di tujuan kerap mengalahkan alarm kelelahan dari tubuh mereka sendiri.

“Sebenarnya setiap posko ini dipasang rambu peringatan untuk menepi jika lelah, mulai dari 1 kilometer, 700 meter, 500 meter, sampai 200 meter. Tapi rupanya masih banyak yang mengabaikan sehingga terjadi insiden buruk,” ucap Asep.

Menutup laporannya, Asep mengingatkan para pejuang mudik untuk tidak mengorbankan nyawa demi sekadar mengejar waktu tempuh perjalanan.

“Kami imbau agar pemudik lebih tertib, pentingkan keselamatan daripada kecepatan. Agar sampai tujuan dengan selamat,” pungkasnya.