Megapolitan

Harga Cabe Rawit dan Minyakita Merangkak Naik Jelang Ramadan

×

Harga Cabe Rawit dan Minyakita Merangkak Naik Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Menjelang Ramadan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah komoditas pangan strategis masih berada di level harga tinggi hingga pekan pertama Februari 2026. Cabe rawit dan minyak goreng rakyat Minyakita menjadi dua komoditas dengan tekanan harga paling kuat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa harga cabe rawit naik 9,82 persen dibanding Januari, dengan rata-rata nasional mencapai Rp63.138 per kilogram. Angka tersebut melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp57 ribu per kg. Sebanyak 189 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dengan disparitas harga yang lebar: tertinggi mencapai Rp200 ribu per kg di Kabupaten Nduga, sementara harga terendah sekitar Rp20 ribu per kg.

Tekanan harga juga terlihat pada minyak goreng Minyakita. Meski turun 2,15 persen menjadi Rp16.973 per liter, harga nasional tetap berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. BPS mencatat 267 kabupaten/kota menjual Minyakita di atas HET. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Pegunungan Bintang sekitar Rp50 ribu per liter.

Selain cabe rawit dan Minyakita, komoditas lain seperti bawang putih, daging ayam ras, serta telur ayam ras juga masih banyak dijual di atas harga acuan. Ateng menegaskan bahwa tingginya harga pangan ini bukan hanya terlihat dari kenaikan bulanan, tetapi juga dari luasnya sebaran wilayah dengan harga di atas acuan.

“Disparitas harga antardaerah masih cukup tinggi, dan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH juga cukup banyak,” ujarnya.

Sumber: CNN Indonesia