BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai, dalam penggeledahan di rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang berlokasi di Bandung.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa uang tersebut ditemukan oleh tim penyidik di ruang pribadi Ono Surono.
“Uang tunai yang diamankan dan disita dalam penggeledahan di rumah saudara ONS (Ono Surono), yang berlokasi di Bandung, kami temukan di ruang pribadi saudara ONS,” kata Budi, Selasa (7/4/2026) seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.
Penggeledahan tersebut dilakukan pada Rabu (1/4/2026) pekan lalu. Dalam kegiatan itu, KPK tidak hanya mengamankan uang tunai, tetapi juga sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah disidik.
“Penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” ujar Budi pada Kamis (2/4/2026).
Adapun penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
Dalam perkembangan penyidikan, KPK juga telah memeriksa istri Ono Surono, Setyowati Anggraini Saputro, pada Selasa (7/4/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami asal-usul barang yang disita dari kediaman mereka.
Kuasa hukum Setyowati, Parlindungan Sihombing, menyebut kliennya dimintai keterangan terkait barang-barang yang telah disita penyidik.
“Kita dipanggil untuk diminta keterangan oleh karena seminggu yang lalu penyidik melakukan sita terhadap beberapa barang yang dimiliki oleh klien kami,” kata Parlindungan.
Ia menambahkan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik mengajukan total 16 pertanyaan, dengan lima di antaranya merupakan pertanyaan pokok.
“Jadi kami ditanyakan ada 16 pertanyaan, yang pada intinya pertanyaan itu hanya sekitar lima pertanyaan yang menjadi pertanyaan pokok,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pertanyaan yang diajukan berkisar pada pengenalan terhadap pihak tertentu serta asal-usul barang yang disita.
“Seperti pertanyaan, ‘Ini mengenal enggak?’ gitu. Kami bilang tidak mengenal. Terus yang lain-lainnya menanyakan tentang barang yang disita itu dari mana, di mana. Terus itu kita sudah jelaskan, dan sepertinya sudah clear semua,” katanya.





