Megapolitan

Menlu BRICS Desak Reformasi PBB dan Perkuat Suara Negara Berkembang

×

Menlu BRICS Desak Reformasi PBB dan Perkuat Suara Negara Berkembang

Sebarkan artikel ini
Jajaran menteri luar negeri (menlu) dari negara-negara anggota BRICS berfoto bersama di tengah pertemuan di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). (Sumber: Manish Swarup/Associated Press)

NEW DELHI, TINTAHIJAU.com — Jajaran menteri luar negeri (menlu) dari negara-negara anggota blok ekonomi BRICS secara tegas mendesak adanya reformasi menyeluruh di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan. BRICS menyerukan perlunya peningkatan keterwakilan yang signifikan bagi negara-negara berkembang dalam kancah politik internasional.

Seruan bersama tersebut disepakati dan dituangkan dalam pernyataan bersama usai pertemuan tingkat menlu yang berlangsung di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026). Pertemuan dua hari yang digelar sejak Kamis (14/5/2026) ini turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono.

Alasan dan Tujuan Reformasi Menurut BRICS

Dalam pandangan BRICS, struktur PBB saat ini perlu diperbarui demi meningkatkan akuntabilitas, efektivitas, serta efisiensi lembaga dalam merespons dinamika global.

“Para Menteri menekankan kembali dukungan mereka untuk reformasi PBB, termasuk Dewan Keamanan, yang komprehensif, dengan tujuan membuatnya lebih demokratis, representatif, efektif, dan efisien,” demikian petikan pernyataan bersama para menlu BRICS, sebagaimana dikutip dari kantor berita TASS.

Lebih lanjut, poin-poin utama yang disoroti dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Mengamplifikasi Suara Global South: Reformasi Dewan Keamanan PBB ditujukan untuk memberikan panggung yang lebih adil bagi negara-negara berkembang.
  • Peran Lebih Besar di Kancah Internasional: Kawasan berkembang dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin dinilai perlu memainkan peran yang lebih strategis di dalam tubuh PBB, termasuk di Dewan Keamanan.
  • Solusi Tantangan Global: BRICS menilai suara dari negara berkembang sangat krusial untuk didengarkan agar dunia dapat mengatasi berbagai tantangan global secara memadai dan inklusif.

Dukungan Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB

Langkah reformasi ini mendapat angin segar dari internal blok itu sendiri. China dan Rusia, yang berstatus sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, secara terbuka memberikan lampu hijau bagi negara anggota BRICS lainnya.

Kedua negara tersebut menyatakan dukungan penuh atas aspirasi Brasil dan India untuk memainkan peran yang lebih besar dan strategis di PBB, termasuk peluang untuk berada di dalam Dewan Keamanan.

Pertemuan para menteri luar negeri di New Delhi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS.

Pertemuan puncak para pemimpin negara BRICS tersebut dijadwalkan akan berlangsung di India pada tanggal 12 hingga 13 September 2026 mendatang.