Megapolitan

Strategi Unik Polres Cianjur untuk Pengamanan Selama Ramadan dan Lebaran 2026

×

Strategi Unik Polres Cianjur untuk Pengamanan Selama Ramadan dan Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

CIANJUR, TINTAHIJAU.com — Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026, jajaran Polres Cianjur menyiapkan strategi pengamanan dengan melibatkan pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) sebagai mitra Kamtibmas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Pada tahap awal, sebanyak 100 pengemudi ojek dilibatkan, terdiri dari 50 opang dan 50 ojol. Mereka tidak berperan sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai mitra yang membantu pengawasan di lapangan dengan melaporkan setiap kejadian mencurigakan.

Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan, tingginya mobilitas para pengemudi ojek menjadi pertimbangan utama pelibatan mereka.

“Mobilisasi teman-teman ojek online ataupun pangkalan ini tinggi, aktivitasnya tentu kerap menjangkau setiap wilayah di Cianjur. Makanya saat ini ada sekitar 100 orang, terdiri dari 50 ojek pangkalan dan 50 ojek online yang dijadikan ojek Kamtibmas. Ke depannya akan terus bertambah,” kata dia, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, para pengemudi tidak melakukan penindakan, melainkan segera melapor melalui layanan darurat kepolisian.

“Untuk penindakan nanti oleh petugas. Mereka nantinya melapor ke call center 110. Berikutnya petugas langsung berangkat secepatnya ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan sejak dini selama Ramadan dan Lebaran.

“Kami ingin mewujudkan ketertiban dan keamanan saat momen Ramadan dan Idul Fitri di Cianjur. Dan tentu untuk mewujudkannya kami tidak bisa sendiri, tapi perlu peran serta semua pihak salah satunya para pengemudi ojek ini,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan kejadian mencurigakan. “Tapi kami juga berharap partisipasi masyarakat Cianjur. Jika mendapati ada kejadian apapun, silakan juga hubungi 110,” tambahnya.

Selain memperkuat pengamanan, program ini dinilai berdampak positif secara sosial karena mempererat hubungan antara ojol dan opang di Cianjur.

“Ini juga sekaligus membuktikan ojek online dan ojek pangkalan di Cianjur bersatu. Dan kerukunannya dapat juga menimbulkan dampak positif dengan mewujudkan keamanan dan ketertiban di Cianjur,” pungkasnya.

Sumber: detikJabar