CIANJUR, TINTAHIJAU.com — Keamanan para pengguna jalan yang melintasi kawasan Puncak, tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, kini tengah terancam. Saat malam tiba, sebagian ruas jalan penghubung utama ini diselimuti kegelapan pekat akibat absennya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat setempat karena sering memicu kecelakaan lalu lintas.
Warga pun melayangkan desakan kuat kepada pihak pemerintah untuk segera turun tangan membenahi dan menambah fasilitas lampu jalan. Mereka menilai keberadaan penerangan yang layak sudah sangat mendesak demi menjaga keselamatan para pengendara yang melintas.
Menurut kesaksian Ketua RT 03/04 Kampung Warungbawang, Pian Sopian (51), masalah hilangnya cahaya di jalur strategis ini sebenarnya sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Di area Kampung Warungbawang sendiri, sebenarnya terdapat satu unit lampu PJU. Sayangnya, fasilitas tersebut sudah lama padam dan dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan.
“Kalau malam hari gelap gulita. Apalagi di sepanjang jalan ini yang minim rumah penduduk, membuat jalan minim cahaya,” ujar Pian, Minggu (31/5/2026).
Kombinasi antara ketiadaan lampu kota dan minimnya pemukiman warga di tepi jalan membuat kawasan tersebut sangat rawan, terutama karena kontur jalanan yang menurun tajam. Jarak pandang pengemudi dari kedua arah berlawanan otomatis terpangkas drastis saat malam hari.
Pian menambahkan, akibat situasi ini, insiden kecelakaan seolah menjadi menu bulanan di wilayahnya. Kasus terbaru bahkan melibatkan tabrakan beruntun tiga kendaraan sekaligus yang mengakibatkan enam orang menderita luka-luka.
Aspirasi mengenai perbaikan fasilitas penerangan ini sebenarnya bukan hal baru. Pian mengaku pihak rukun tetangga sudah berulang kali menyuarakan keluhan warga ini di dalam forum rapat koordinasi tingkat desa. Namun hingga detik ini, realisasi di lapangan masih nihil.
“Saat rapat di desa saya sering mengajukan PJU, tapi belum ada kabar kapan PJU baru dipasang atau minimal yang sudah ada diperbaiki agar menyala lagi,” keluhnya.
Ia berharap jajaran pemerintah—baik di tingkat daerah maupun pusat—bisa bergerak cepat melakukan tindakan nyata secara konkret. “Jangan sampai banyak korban jiwa dulu baru ada perhatian,” tutur Pian dengan nada tegas.
Menanggapi keluhan masyarakat, pihak kepolisian membenarkan bahwa Jalur Puncak merupakan salah satu titik dengan tingkat fatalitas kecelakaan yang cukup tinggi di wilayah hukum Cianjur.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi, menjelaskan bahwa selain karena faktor geometris jalanan, minimnya lampu penerangan menjadi faktor sekunder yang mendongkrak potensi terjadinya kecelakaan di malam hari.
Sebagai langkah antisipasi, AKP Aang menegaskan pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan dinas sektoral yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas jalan raya agar area-area gelap tersebut bisa secepatnya dipasangi lampu pelindung.
“Secepatnya kami komunikasi dengan instansi terkait agar segera dipasang PJU. Supaya angka kecelakaan bisa diminimalisir. Keamanan dan keselamatan pengendara yang melintas Jalur Puncak juga meningkat,” pungkasnya.
Sumber: detikJabar





