Megapolitan

Terlibat Mafia Tanah di Kawasan PT Vinfast, 5 Pejabat Desa Cibogo Subang Jalani Ramadan di Balik Tahanan

×

Terlibat Mafia Tanah di Kawasan PT Vinfast, 5 Pejabat Desa Cibogo Subang Jalani Ramadan di Balik Tahanan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Lima pejabat Desa Cibogo, Kabupaten Subang, harus menjalani Ramadan dari balik jeruji besi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi mafia tanah di kawasan investasi PT Vinfast Automobile Indonesia.


Kejaksaan Negeri Subang memastikan kelima tersangka terlibat dalam praktik penjualan aset negara berupa jalan setapak dan saluran irigasi pertanian seluas sekitar 1,5 hektare. Lahan fasilitas umum itu diduga dimanipulasi statusnya lalu dijual saat proses pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik berlangsung.


Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Noordien Kusumanegara, menegaskan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sekitar 70 saksi dan tiga ahli serta mengantongi dua alat bukti yang sah.


“Perbuatan para tersangka menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.492.640.000,” tegasnya.


Kelima tersangka masing-masing berinisial AM (Kepala Desa Cibogo), TA (Ketua BPD), IS (Ketua Satgas Tanah Aset Desa/Kepala Dusun), US (Anggota BPD sekaligus Bendahara Satgas Tanah), dan QK (Kasi Pemerintahan Desa/Sekretaris Satgas Tanah).


Kasus bermula pada 2024 ketika PT Vinfast Automobile Indonesia melakukan akuisisi lahan. Dalam proses tersebut terdapat bidang tanah seluas 15.579 meter persegi yang secara hukum merupakan fasilitas umum milik negara.


Namun, aset yang seharusnya dilindungi untuk kepentingan petani dan masyarakat justru diduga dijual demi keuntungan pribadi dan kelompok.


Kelima tersangka kini ditahan di Lapas Kelas IIA Subang selama 20 hari ke depan dan dijerat pasal tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.


Penahanan ini menjadi penegasan keras aparat penegak hukum dalam membongkar praktik mafia tanah di kawasan investasi strategis Subang sekaligus menjaga agar iklim investasi tetap bersih dari korupsi.


Kejaksaan juga membuka kemungkinan penyidikan berkembang, seiring besarnya nilai investasi industri otomotif di wilayah tersebut.