Olahraga

Bela Skuad Maung Bandung, Bojan Hodak Sebut Proses Adaptasi Tiap Pemain Tak Bisa Disamaratakan

×

Bela Skuad Maung Bandung, Bojan Hodak Sebut Proses Adaptasi Tiap Pemain Tak Bisa Disamaratakan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan pandangannya terkait performa sejumlah penggawa skuad Maung Bandung yang kerap terlambat mencapai performa optimal alias “telat panas”. Hal ini disampaikannya menyusul hasil positif berupa kemenangan tipis 3-2 yang diraih Persib atas Bali United pada laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), hari Minggu (12/4) malam WIB.

Pelatih asal Kroasia tersebut menggarisbawahi tantangan adaptasi yang dihadapi oleh para pemain yang baru merapat menjelang ditutupnya jendela transfer. Ia menuturkan bahwa ketiadaan persiapan pramusim bersama tim menjadi salah satu faktor utama yang menghambat proses penyatuan para pemain tersebut.

“Kami memiliki 3-4 pemain yang pada dasarnya kami rekrut di hari terakhir bursa transfer. Mereka semua pemain bagus,” ujar Hodak kepada wartawan.

Akibat dari situasi tersebut, tingkat kebugaran fisik para amunisi baru ini tidak berada pada level ideal saat mereka pertama kali tiba di Bandung. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa langsung menyetel secara instan dengan ritme permainan tim.

“Tetapi para pemain ini, seperti Thom Haye, Andrew Jung, dan Layvin Kurzawa, adalah pemain yang tidak menjalani pramusim,” katanya.

Lebih lanjut, Hodak menekankan bahwa waktu sangatlah krusial bagi para pemain ini untuk mengembalikan kondisi fisik dan menyatu dengan strategi yang diterapkan.

“Jadi ketika mereka datang, kondisi mereka benar-benar belum bugar. Beberapa pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi,” tegas Hodak.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, pelatih ini membandingkan situasi skuadnya dengan dinamika di kompetisi elite Eropa. Ia mengangkat kisah awal perjalanan karier bintang Kroasia, Luka Modric, saat pertama kali mendarat di Real Madrid.

“Saya selalu memberi contoh Luka Modric. Setelah enam bulan di Real Madrid, dia disebut sebagai rekrutan terburuk. Tetapi pada akhirnya, sekarang setelah itu, dia disebut sebagai rekrutan terbaik sepanjang masa,” ucapnya.

Menurut pandangannya, durasi penyesuaian diri setiap individu tidak dapat disamakan satu sama lain sehingga tidak bisa dijadikan patokan baku dalam mengukur kualitas seorang pemain.

“Beberapa orang butuh enam bulan untuk beradaptasi, ada yang butuh satu bulan, ada yang butuh tiga tahun. Mengerti? Jadi itulah masalahnya. Jadi mereka semua sedang beradaptasi,” beber Hodak.

Di samping masalah adaptasi, Hodak juga mengomentari kontribusi gol yang dihasilkan oleh berbagai pemain berbeda secara bergantian sejak awal musim. Ia melihat rotasi pencetak gol ini sebagai indikasi dinamika yang positif di dalam skuadnya.

“Anda bisa lihat di paruh pertama musim, Uilliam Barros mencetak gol. Lalu Jung mulai mencetak gol. Dan sekarang Ramon Tanque yang mencetak gol. Jadi bagi saya, siapa yang mencetak gol itu tidak penting,” tutur Hodak.

Pada akhirnya, meraih poin penuh adalah tujuan utama dan paling prioritas bagi tim kebanggaan Bobotoh tersebut. Pencapaian mereka memuncaki tangga klasemen saat ini adalah bukti nyata dari progres luar biasa yang telah dilewati skuad asuhannya.

“Yang paling penting adalah kami menang. Kami berada di posisi nomor satu. Orang-orang mengeluh. Ketika saya datang ke sini, kami berada di posisi ke-16. Jadi mengeluh tentang apa?” imbuh Hodak.

Sebagai informasi, raihan tiga poin krusial dari laga kontra tim Serdadu Tridatu tersebut semakin memantapkan posisi Persib di singgasana klasemen sementara. Kini, Pangeran Biru berhasil mengoleksi total 64 poin dari 27 pertandingan yang telah dimainkan.

Sumber: Bola.net