Pemerintahan

Gubernur Jabar Beri Teguran Keras Saat Sidak di SMA Negeri Subang

×

Gubernur Jabar Beri Teguran Keras Saat Sidak di SMA Negeri Subang

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi (KDM) tegur pihak SMAN 2 Subang soal kebersihan lingkungan Sumber : Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Suasana di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Subang mendadak tegang saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak). Orang nomor satu di Jawa Barat tersebut tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah menemukan kondisi lingkungan sekolah yang dinilai jauh dari standar kelayakan institusi pendidikan.

Temuan Fasilitas yang Tidak Terawat

Kemarahan Gubernur bermula ketika ia mendapati petugas keamanan sekolah justru asyik bermain ponsel di dalam pos jaga yang kotor. Kondisi ruangan tersebut tampak sangat memprihatinkan dengan furnitur usang yang berantakan, pakaian yang digantung sembarangan, hingga fasilitas ibadah yang tidak terawat.

Melihat pemandangan tersebut, Dedi langsung melontarkan teguran menohok kepada petugas di lokasi.

“Menurut bapak pantas tidak ini pos?” tegurnya dengan nada tinggi.

Sentilan untuk Manajemen Sekolah

Ketegangan berlanjut saat kepala sekolah mencoba menjelaskan situasi tersebut. Namun, Dedi dengan tegas memotong pembelaan tersebut dan meminta pihak sekolah untuk jujur mengakui kelalaian dalam pengelolaan kebersihan.

“Jangan dibantah. Kalau kumuh ya kumuh,” tegas Dedi.

Dedi menyayangkan minimnya inisiatif manajemen sekolah dalam menjaga estetika dan kebersihan lingkungan, padahal kepala sekolah tersebut tercatat sudah menjabat selama empat tahun. Bahkan, terungkap fakta bahwa Gubernur sendiri beberapa kali sempat turun tangan langsung membersihkan area luar sekolah karena tidak adanya tindakan dari pihak internal.

Bantuan Tunai dan Harapan Transformasi

Menurut Dedi, sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor kebersihan dan pembentuk karakter siswa, tidak sekadar mengejar nilai akademik. Sebagai bentuk kepedulian, ia memberikan bantuan dana spontan sebesar Rp500 ribu untuk renovasi pos jaga dan Rp10 juta guna penataan lingkungan sekolah agar lebih asri.

Di akhir kunjungannya, Dedi berpesan agar para guru mulai memberikan edukasi yang lebih aplikatif bagi siswa, seperti teknik pengolahan limbah menjadi pupuk atau energi alternatif. Ia menekankan bahwa sidak ini merupakan upaya evaluasi demi mendorong perubahan nyata pada kualitas dunia pendidikan di Jawa Barat.