Pemerintahan

PSI Tegaskan Iklan Gibran soal Koruptor Dimiskinkan Bukan Janji Baru

×

PSI Tegaskan Iklan Gibran soal Koruptor Dimiskinkan Bukan Janji Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo Maldini menegaskan bahwa iklan digital Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait wacana pemiskinan koruptor bukanlah bentuk janji baru kepada publik.

Pernyataan itu disampaikan Faldo dalam program Kompas Petang KompasTV, Senin (16/2/2026), sebagai respons atas sorotan terhadap iklan tersebut. Ia menilai pesan yang disampaikan Wapres lebih pada penguatan arah kebijakan pemberantasan korupsi.

“Pertama kita harus lihat ini dalam konteks yang tepat ya, bahwa Mas Wapres enggak sedang bikin janji baru, beliau itu sedang mengingatkan ini tentang kebutuhan instrumen hukum yang sangat penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi,” ucap Faldo.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kepemimpinan untuk menjaga konsistensi agenda pemberantasan korupsi agar tidak kehilangan momentum. Terlebih, ia menilai saat ini semangat tersebut tengah menguat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dan kami kira ini leadership, yaitu mengingatkan arah, memastikan negara tidak kehilangan momentum. Karena momentumnya hari ini sangat kuat di masa pemerintahan Pak Prabowo.”

Faldo juga menyoroti persoalan pengembalian kerugian negara dalam kasus korupsi yang dinilai belum optimal. Ia menyebut nilai aset yang kembali ke negara kerap tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan.

“Kerugiannya besar banget itu korupsi, tetapi yang kembali itu kecil. Artinya sistem hukum yang ada hari ini tuh memang nggak cukup kuat untuk memulihkan kerugian negara kita itu secara maksimal,” ujar Faldo.

Terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, Faldo menilai regulasi tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum kepada aparat penegak hukum dalam menyita aset hasil tindak pidana korupsi. Ia menegaskan aturan itu bukan sekadar simbol, melainkan instrumen nyata yang dibutuhkan.

“Karena tanpa instrument ini kan banyak hasil korupsi itu nggak bisa kita sentuh, dan ini bukan wacana kosong,” tegas Faldo.

Sumber: KOMPAS.tv