SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Penguatan pelayanan ibadah haji dan peningkatan kualitas pendidikan Islam dinilai menjadi dua agenda penting yang harus terus dibenahi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI KH. Maman Imanulhaq saat bersilaturahmi dengan para ulama dan pimpinan pondok pesantren di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.
Dalam pertemuan yang dipimpin Pimpinan Ponpes Al-Istiqomah KH. Fauzy Sobari tersebut, KH Maman menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berakhlak, moderat, sekaligus mampu bersaing di era modern. Karena itu, penguatan lembaga pendidikan Islam harus terus dilakukan tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai keislaman.
“Silaturahmi ini menjadi ruang yang hangat untuk berdiskusi mengenai penyelenggaraan ibadah haji serta masa depan lembaga pendidikan Islam agar semakin mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman,” ujar KH Maman.
Menurutnya, pelayanan ibadah haji juga memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyelenggara, dan para tokoh agama agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik, transparan, dan berkualitas.
Diskusi tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang KH. Rozak, Ketua Forum KBIHU Kabupaten Subang H. Dedi, Ketua LASQI Kabupaten Subang H. Al Amin, Pimpinan Ponpes Az-Zahra KH. Duding Abdul Mufti, serta Pimpinan Ponpes Pagelaran KH. Maman S. Jamaludin.
Anggota DPR-RI di Komisi VIII itu berharap silaturahmi dan dialog yang dibangun bersama para ulama dapat menjadi awal dari langkah-langkah konkret untuk memperkuat pelayanan haji sekaligus memajukan pendidikan Islam yang berkualitas, inklusif, moderat, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
“Semoga silaturahmi, kolaborasi, dan ikhtiar bersama ini menjadi langkah untuk memperkuat pelayanan haji sekaligus memajukan pendidikan Islam yang berkualitas, moderat, dan berdaya saing,” pungkas Legislator dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang itu





