Majalengka TINTAHIJAU.COM – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, memaparkan berbagai capaian, inovasi, serta arah pengembangan pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka dalam audiensi bersama Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Dalam pemaparannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa keberhasilan BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Eman Suherman yang menempatkan zakat sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka yang terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan dan pengelolaan zakat.
Menurutnya, sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi modal utama dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur memiliki dukungan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kolaborasi yang terbangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa salah satu bukti nyata komitmen pemerintah daerah adalah keberhasilan Bupati Majalengka meraih BAZNAS Awards Tahun 2025 sebagai Kepala Daerah Peduli Zakat.
Selain itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka berhasil menyelesaikan penyusunan Peraturan Bupati Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).
Ia mengungkapkan bahwa seluruh proses penyusunan regulasi tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua bulan hingga akhirnya menjadi payung hukum pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka.
Agus Asri juga memaparkan berbagai program unggulan yang saat ini telah berjalan maupun sedang dipersiapkan.
Beberapa di antaranya meliputi:Program Satu Desa Satu Sarjana sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.Pemberian insentif kepada Guru Ngaji, Imam Masjid, Marbot, dan Petugas Pemulasaraan Jenazah.
Program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui berbagai bantuan usaha produktif. Kolaborasi penyelenggaraan Lebaran 1.000 Anak Yatim Tahun 2027 bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka.
”Seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis yang diharapkan mendapat dukungan dari BAZNAS RI.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat 95 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang telah diusulkan dan menunggu realisasi bantuan.
Selain itu, Program Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten Majalengka telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu proses pencairan anggaran.
Sementara itu, fasilitas pendukung untuk program Z-Mart dan Z-Auto telah tersedia sehingga siap dioperasikan apabila memperoleh dukungan program dari BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengusulkan penambahan kendaraan operasional untuk menunjang pelayanan kemanusiaan dan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah dengan kondisi geografis yang cukup menantang.
Dalam paparannya, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa salah satu fokus pengembangan kelembagaan adalah memperluas jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Saat ini BAZNAS Kabupaten Majalengka telah berhasil membentuk: 343 UPZ Desa/Kelurahan, 494 UPZ Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
”Dengan terbentuknya jaringan tersebut, hampir seluruh desa di Kabupaten Majalengka telah memiliki sistem penghimpunan zakat yang semakin kuat, terstruktur, dan dekat dengan masyarakat,” tuturnya.
Selain bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menjelaskan bahwa pihaknya terus memperluas kemitraan dengan berbagai sektor, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN), perusahaan-perusahaan, pelaku usaha, serta para pemilik industri di Kabupaten Majalengka.
”Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.
H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berinovasi, memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta membangun kolaborasi yang lebih luas demi menghadirkan manfaat zakat yang semakin besar bagi masyarakat.
“Dengan dukungan BAZNAS RI, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dunia usaha, serta seluruh masyarakat, Kabupaten Majalengka dapat menjadi salah satu model pengelolaan zakat daerah yang profesional, modern, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat,” tandasnya.





