Ragam

Dilantik Jadi Ketua Mabicab, Effendi Edo Dorong Pramuka Cirebon Jadi Benteng Karakter dan Pelopor Digital

×

Dilantik Jadi Ketua Mabicab, Effendi Edo Dorong Pramuka Cirebon Jadi Benteng Karakter dan Pelopor Digital

Sebarkan artikel ini

CIREBON, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kota Cirebon resmi melantik pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon masa bakti 2025–2030 di Balai Kota Cirebon, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tangguh di tengah perubahan zaman.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang kini menjabat sebagai Ketua Mabicab menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut Pramuka harus tampil sebagai motor pembentukan karakter sekaligus ruang pembinaan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Pelantikan ini adalah komitmen bersama untuk membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat di Kota Cirebon,” ujar Effendi Edo.

Menurutnya, perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut Gerakan Pramuka bertransformasi. Ia mendorong konsep Pramuka New Generation agar organisasi ini tetap relevan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alpha.

Effendi Edo menilai pemanfaatan teknologi digital harus diarahkan menjadi sarana produktif, bukan sekadar hiburan.

“Kita ingin gadget di tangan adik-adik Pramuka bukan hanya untuk hiburan, tapi menjadi alat untuk menyebarkan nilai kebaikan dan kreativitas,” katanya.

Selain transformasi digital, Wali Kota juga mendorong gerakan Green Scout agar Pramuka berada di garda depan dalam aksi pelestarian lingkungan. Mulai dari edukasi pengelolaan sampah rumah tangga hingga gerakan penghijauan kota.

Ia juga menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai benteng moral di tengah meningkatnya tantangan sosial di kalangan remaja.

“Pramuka harus menjadi benteng karakter. Program kerja ke depan jangan hanya berkutat di sekolah, tapi harus hadir menjawab persoalan nyata di masyarakat,” tegasnya.

Effendi Edo juga meminta penguatan sinergi antara Satuan Karya (SAKA) dan Gugus Depan, serta mendorong optimalisasi peran perangkat daerah yang terlibat dalam struktur Mabicab.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, yang memimpin langsung prosesi pelantikan, menegaskan bahwa Pramuka harus memiliki mentalitas pejuang yang tidak mudah menyerah.

Menurut Herman, pengabdian dalam Gerakan Pramuka tidak boleh sekadar didorong oleh status jabatan atau surat keputusan.

“Anggota Pramuka itu petarung. Jangan bergerak hanya karena SK. Jadikan pengabdian ini sebagai panggilan patriotik dari dalam jiwa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan generasi saat ini bukan lagi memperjuangkan kemerdekaan, tetapi mengisi kemerdekaan dengan kemajuan.

Karena itu, Herman meminta Pramuka di Jawa Barat, khususnya Kota Cirebon, fokus pada tiga misi utama: penguatan sumber daya manusia, penguatan organisasi, serta inovasi gerakan kepramukaan.

“Saya minta Ketua Kwarcab langsung tancap gas. Jangan menunggu lama. Rasa takut itu manusiawi, tapi jangan sampai membuat kita diam di tempat,” pungkasnya.