MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM – Inovasi sistem pompanisasi yang memanfaatkan aliran Sungai Cimanuk menjadi titik balik bagi sektor pertanian di Kampung Kaputren, Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Sarana irigasi tersebut kini memastikan pasokan air tetap tersedia sepanjang tahun sehingga petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan.
Ketua Kampung Kaputren, Amin Halimi, mengatakan sebelum pompanisasi dibangun, sebagian besar lahan sawah hanya mengandalkan curah hujan dan aliran air alami. Akibatnya, saat musim kemarau tiba, banyak lahan mengalami kekeringan yang berdampak pada penurunan produktivitas pertanian.
Perubahan mulai terjadi ketika Margono menggagas pembangunan sistem pompanisasi dengan memanfaatkan air Sungai Cimanuk sebagai sumber irigasi. Air dipompa menuju jaringan saluran yang mengairi areal persawahan mulai dari Blok Widara hingga Blok Kepuh.
“Melalui sistem pompanisasi, lahan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air kini bisa diairi secara optimal. Petani pun memiliki kepastian pasokan air untuk mengolah sawah,” ujar Amin.
Menurutnya, keberadaan pompanisasi tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk lebih intensif menggarap lahan dan meningkatkan hasil panen. Dampaknya turut dirasakan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Amin menilai pompanisasi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian masyarakat mampu melahirkan solusi nyata bagi persoalan desa. Semangat gotong royong yang mengiringi pembangunan sistem tersebut menjadi nilai penting yang hingga kini masih dijaga warga.
Meski telah dibangun sejak beberapa waktu lalu, jasa Margono sebagai pelopor pompanisasi tetap dikenang masyarakat. Inovasi yang digagasnya dinilai menjadi bagian dari sejarah pembangunan Desa Putridalem karena membawa perubahan besar terhadap sistem irigasi dan perkembangan pertanian setempat.
“Masyarakat berharap sejarah lahirnya pompanisasi ini terus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka ikut menjaga, merawat, dan mengembangkan sarana irigasi yang telah memberi manfaat besar bagi pertanian desa,” kata Amin.





