Teknologi

Mark Zuckerberg Pangkas Karyawan, Ganti Fokus ke Kecerdasan Buatan

×

Mark Zuckerberg Pangkas Karyawan, Ganti Fokus ke Kecerdasan Buatan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 700 karyawan. Langkah ini menandai pergeseran besar strategi Mark Zuckerberg yang kini lebih memprioritaskan Kecerdasan Buatan (AI) dibandingkan proyek Metaverse yang dinilai gagal berkembang.

Kegagalan Reality Labs & Efisiensi

Mayoritas PHK menyasar divisi Reality Labs, unit yang bertanggung jawab atas pengembangan Metaverse. Proyek ini dilaporkan telah menelan kerugian hingga USD 80 miliar tanpa hasil yang memuaskan. Selain Reality Labs, perampingan juga terjadi di departemen penjualan, rekrutmen, dan platform Facebook.

Juru bicara Meta menyatakan bahwa restrukturisasi ini adalah bagian dari efisiensi rutin:

“Tim-tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau menerapkan perubahan guna memastikan mereka berada di posisi terbaik untuk mencapai tujuan mereka. Jika memungkinkan, kami mencarikan peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terdampak.”

Dominasi AI di Lingkungan Kerja

Di saat jumlah karyawan berkurang, penggunaan AI justru semakin masif. Zuckerberg dikabarkan mengembangkan “agen AI CEO” untuk memangkas jalur birokrasi koordinasi. Tren ini juga merambah ke seluruh lapisan karyawan, di mana penilaian kinerja kini mempertimbangkan sejauh mana mereka memanfaatkan AI dalam pekerjaan sehari-hari.

Bonus Eksekutif di Tengah Efisiensi

Ironisnya, sehari sebelum pengumuman PHK, Meta memperkenalkan program saham baru bagi para eksekutif puncak. Jika Meta mencapai target kapitalisasi pasar USD 9 triliun pada 2031, para eksekutif berpotensi meraup keuntungan hingga USD 921 juta per orang. Meta memberikan pembelaan atas kebijakan ini:

“Ini adalah pertaruhan besar. Paket kompensasi ini tidak akan terwujud kecuali Meta mencapai kesuksesan besar di masa depan, yang akan menguntungkan seluruh pemegang saham kami.”

Meski baru merumahkan ratusan orang, bayang-bayang PHK massal masih menghantui. Sumber internal menyebut Meta kemungkinan akan memangkas hingga 20 persen tenaga kerja atau sekitar 15.000 karyawan di masa mendatang guna tetap kompetitif di industri AI yang kian sengit.