Wisata

Liburan Tanpa Biaya, Lima Taman Kota Gratis Jadi Oase Wisata Bandung

×

Liburan Tanpa Biaya, Lima Taman Kota Gratis Jadi Oase Wisata Bandung

Sebarkan artikel ini
Gedung Sate | Foto: Wikipedia

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Kota Bandung tidak hanya identik dengan deretan kafe kekinian dan pusat perbelanjaan modern. Di balik hiruk-pikuk kota, tersedia sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya. Keberadaan taman-taman kota ini menjadi alternatif wisata hemat sekaligus ruang relaksasi bagi warga maupun pelancong.

Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, taman terbuka juga berperan penting bagi kesehatan mental. Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menyebutkan, paparan terhadap ruang hijau perkotaan memiliki korelasi positif dengan penurunan tingkat stres dan kecemasan.

Di Bandung, setidaknya terdapat lima taman kota gratis yang layak masuk dalam daftar kunjungan liburan, terutama saat musim libur panjang.

Taman Film

Taman Film yang berada di bawah Jembatan Pasupati, Jalan Kebon Bibit, Tamansari, Bandung Wetan, menawarkan konsep ruang publik yang unik. Area yang dahulu gelap dan kurang terawat kini disulap menjadi taman terbuka dengan hamparan rumput sintetis dan kontur berundak menyerupai tribun. Sebuah videotron raksasa menjadi daya tarik utama, menjadikan taman ini ruang interaksi sosial yang ramai, khususnya bagi anak muda dan keluarga.

Taman Lansia

Tak jauh dari Gedung Sate, tepatnya di Jalan Cisangkuy, terdapat Taman Lansia. Meski namanya demikian, taman ini terbuka untuk semua kalangan. Pepohonan tinggi dan rindang menciptakan suasana sejuk, sementara aliran sungai kecil di tengah taman menghadirkan nuansa alam yang menenangkan. Selain sebagai ruang rekreasi, taman ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air.

Teras Cikapundung

Sementara itu, Teras Cikapundung di kawasan Babakan Siliwangi, Jalan Siliwangi, merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Taman ini mengusung konsep edukasi ekologi sungai dengan sentuhan arsitektur modern. Amphitheater yang menghadap langsung ke Sungai Cikapundung menjadi titik favorit pengunjung, ditambah kolam air mancur menari yang biasanya aktif pada akhir pekan.

Taman Maluku

Bagi pencinta suasana tenang dan bernuansa sejarah, Taman Maluku di Jalan Citarum, Bandung Wetan, dapat menjadi pilihan. Pasca-revitalisasi, taman ini tampil lebih terang, bersih, dan ramah keluarga. Keberadaan bangunan peninggalan kolonial di sekitarnya menghadirkan nuansa heritage yang kental, menjadikannya lokasi ideal untuk bersantai atau membaca buku.

Taman Monju

Adapun kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) di Jalan Dipati Ukur, Lebakgede, Coblong, kini juga menjadi salah satu ruang publik terbesar dan terbaik di Kota Bandung. Setelah renovasi, area ini dilengkapi taman tematik dan pelataran luas yang kerap dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bermain skateboard, maupun aktivitas rekreasi lainnya.

Kelima taman tersebut menjadi bukti bahwa Bandung menawarkan pilihan wisata yang tidak selalu mahal. Dengan pengelolaan dan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan, taman-taman kota ini dapat terus menjadi ruang nyaman bagi masyarakat lintas generasi.