SUBANG, TINTAHIJAU.com — Dodol Imlek atau kue keranjang dikenal sebagai salah satu kudapan khas yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru China. Dalam tradisi Tionghoa, kue yang juga disebut Nian Gao ini telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu dan memiliki makna filosofis yang mendalam. Secara harfiah, Nian Gao diartikan sebagai “tahun yang lebih tinggi”, yang mencerminkan harapan akan peningkatan rezeki, keberuntungan, serta kualitas hidup yang lebih baik di tahun mendatang.
Keberadaan kue keranjang dalam perayaan Imlek tidak terlepas dari kepercayaan turun-temurun. Konon, kue ini kerap dijadikan persembahan kepada Dewa Dapur menjelang pergantian tahun. Teksturnya yang lengket diyakini sebagai simbol agar sang dewa hanya menyampaikan hal-hal baik tentang keluarga kepada para dewa di langit. Selain itu, sifat lengket tersebut juga dimaknai sebagai perekat hubungan keluarga, agar keharmonisan dan kebersamaan tetap terjaga sepanjang tahun.
Dari sisi bahan, kue keranjang dibuat dari komposisi sederhana, yakni tepung ketan, gula, dan air. Meski demikian, proses pembuatannya tidak singkat. Adonan harus diolah dengan telaten dan dikukus dalam waktu lama hingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan padat. Proses ini kerap dianggap sebagai gambaran nilai kesabaran dan ketekunan yang dijunjung tinggi dalam budaya Tionghoa.
Dalam penyajian, kue keranjang umumnya tidak langsung disantap. Banyak keluarga memilih mengolahnya kembali agar cita rasanya lebih beragam. Cara paling umum adalah mengukusnya hingga lembut sebelum disajikan.
Selain itu, kue keranjang juga sering diolah dengan cara digoreng. Biasanya, kue dipotong tipis, dilapisi adonan telur atau tepung, lalu digoreng sampai bagian luarnya renyah dan berwarna keemasan, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Ada pula variasi olahan yang memadukan kue keranjang dengan ubi, kelapa, atau pisang, baik dengan cara dikukus maupun digoreng. Perpaduan rasa manis dan gurih dari bahan-bahan tersebut membuat kue ini digemari oleh berbagai kalangan.
Hingga kini, dodol Imlek atau kue keranjang tetap menjadi elemen penting dalam perayaan Tahun Baru China. Kehadirannya bukan sekadar sebagai hidangan, melainkan juga sebagai simbol tradisi, doa, dan harapan baik bagi keluarga. Dari sejarah hingga cara pengolahannya, kue keranjang mengajarkan bahwa makanan tradisional menyimpan nilai budaya dan filosofi hidup yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Dari berbagai sumber





