JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), mencatatkan tingkat pengenalan (awareness) yang sangat masif di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru Poltracking Indonesia periode 2-8 Maret 2026, sebanyak 88 persen responden mengaku mengetahui program tersebut.
Meski populer, tingkat kepuasan masyarakat terhadap implementasi program ini masih menyisakan ruang evaluasi yang cukup lebar. Dari kelompok masyarakat yang mengetahui program tersebut, tingkat kepuasan berada di angka 55 persen.
“Dari data ini, 88 persen publik tahu terhadap program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini di angka 55 persen,” ujar Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dalam jumpa pers virtual pada Senin (13/4/2024) sepeti yang dikutip dari laman KOMPAS.com.
Perlu Komunikasi Strategis dan Evaluasi
Masduri menekankan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah komunikasi strategis untuk menjembatani celah antara popularitas program dan kepuasan publik. Menurutnya, catatan serta masukan dari masyarakat sejauh ini sangat beragam dan krusial untuk segera ditindaklanjuti.
“Supaya tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berkaitan dengan MBG ini berjalan dengan baik, yang paling fundamental tentu memperbaiki catatan dan masukan yang sejauh ini sangat banyak,” imbuh Masduri.
Peringkat Program Paling Tepat Sasaran
Di sisi lain, publik menempatkan MBG sebagai program pemerintah yang paling tepat sasaran dibandingkan program sosial lainnya. Berikut adalah data program prioritas menurut penilaian ketepatan sasaran oleh publik:
| Nama Program | Tingkat Ketepatan Sasaran |
| Makan Bergizi Gratis (MBG) | 32,1% |
| Kartu Indonesia Pintar (KIP) | 10,4% |
| Bantuan Subsidi Upah | 9,1% |
| Kartu Indonesia Sehat (KIS) | 8,9% |
| Layanan Kesehatan Gratis | 8,5% |
Metodologi Survei
Survei Poltracking Indonesia ini dilakukan dengan metodologi sebagai berikut:
- Waktu Pelaksanaan: 2-8 Maret 2026.
- Metode Sampling: Multistage random sampling.
- Jumlah Responden: 1.220 orang melalui wawancara tatap muka langsung.
- Margin of Error: +/- 2,9 persen.
- Tingkat Kepercayaan: 95 persen.
Keberhasilan MBG dalam menjangkau atensi publik menjadi modal kuat bagi pemerintah, namun perbaikan teknis di lapangan tetap menjadi kunci utama agar “fenomenalnya” program ini berbanding lurus dengan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.





