JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Di balik karakternya yang jenaka dan memancing tawa di layar kaca, pelawak senior Muhammad Sulaeman Harsono, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Bolot, merupakan sosok yang memiliki kepedulian mendalam terhadap kelestarian budaya lokal. Namun, dalam sepekan terakhir, seniman betawi ini harus menepi sejenak dari panggung hiburan akibat serangan jantung yang dideritanya.
Haji Bolot saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Setelah dirawat selama lebih dari satu minggu, kondisi kesehatan sang pelawak dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
“Kalau dari seminggu setelah masuk sih hari ini sudah membaik, sudah agak gerak,” ujar Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tangerang Selatan, Delima Andy, saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (11/6/2026) seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.
Penjaga Benteng Budaya dan Pencak Silat Betawi
Bagi masyarakat luas, Haji Bolot identik dengan banyolan khasnya yang pura-pura tidak mendengar. Namun di luar dunia komedi, ia adalah seorang tokoh budaya yang konsisten mendukung pelestarian tradisi Betawi, terutama seni bela diri tradisional.
Menurut Delima Andy, seniman senior ini memiliki perhatian yang sangat besar terhadap eksistensi pencak silat di tengah modernisasi zaman. Kepedulian tersebut tidak hanya ditunjukkan lewat kehadiran fisik di berbagai kegiatan budaya, tetapi juga melalui pesan-pesan mendalam yang terus ia estafetkan kepada generasi muda.
Semasa sehat, Haji Bolot kerap mengingatkan para pegiat budaya untuk tidak lelah menjaga warisan leluhur mereka.
“Pesan beliau juga selagi beliau sehat kepada saya itu untuk terus bisa melestarikan pencak silat, melestarikan budaya Betawi,” kenang Delima.
Doa untuk Sang Tokoh Budaya
Sebagai figur yang dihormati baik di dunia hiburan maupun di komunitas adat, jatuh sakitnya Haji Bolot memantik simpati dari berbagai pihak. Doa dan dukungan mengalir agar sang komedian dapat segera melewati masa kritisnya.
Delima pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik demi kesembuhan sang komedian, agar ia dapat segera pulih dan kembali melanjutkan perannya dalam membina kebudayaan Betawi.
“Pokoknya doa sebanyak-banyaknya untuk kesembuhan beliau, tokoh budaya Betawi yang memang peduli dengan budaya-budaya Betawi,” pungkas Delima.





