Megapolitan

Buntut Program MBG Edisi Ramadan, Puluhan Siswa dan Guru di Cimahi Alami Keracunan Makanan

×

Buntut Program MBG Edisi Ramadan, Puluhan Siswa dan Guru di Cimahi Alami Keracunan Makanan

Sebarkan artikel ini

CIMAHI, TINTAHIJAU.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan khusus untuk bulan Ramadan di Kota Cimahi berujung insiden. Hingga Kamis (26/2/2026), tercatat sebanyak 43 orang dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan setelah mengonsumsi paket makanan tersebut.

Rincian Korban dan Kronologi Kejadian

Gejala keracunan mulai muncul pada Rabu (25/2) sore, sekitar pukul 17.30 WIB. Kasus ini menimpa siswa dan tenaga pendidik dari sejumlah sekolah, meliputi TK Kartika, TK PGRI, SDN Karangmekar Mandiri 1, SDN Cimahi Mandiri 1, hingga SMPN 6 Cimahi.

Menu MBG yang dikonsumsi oleh para korban terdiri dari nasi kepal (onigiri), telur rebus, apel, kurma, dan susu UHT. Dari total 43 korban, berikut adalah sebaran perawatannya:

  • RSUD Cibabat: 32 siswa dan 1 guru
  • RS Mitra Kasih: 5 siswa
  • RS Dustira: 5 siswa

Sebagian besar korban dilaporkan mulai pulih dan telah diperbolehkan pulang usai mendapatkan penanganan medis.

Tindakan Tegas Pemkot Cimahi

Menanggapi insiden ini, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, langsung mengambil langkah cepat. Pemerintah Kota telah memanggil pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah terdampak.

“Ya sudah dipanggil langsung, kemudian kita tegur kenapa bisa kejadian seperti ini. Kita minta penjelasannya juga,” kata Adhitia.

Hasil penelusuran mengarah pada SPPG Karangmekar 02 yang berlokasi di Jalan Moh. K. Wiganda Sasmita, Cimahi Tengah, sebagai pihak yang bertanggung jawab. Operasional dapur umum ini kini dihentikan sementara seraya menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Evaluasi Pihak Penyelenggara (SPPG)

Koordinator Wilayah SPPG Kota Cimahi, Hanif Abdul Rafi, pada Kamis (26/2/2026) menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri penyebab pasti insiden tersebut, apakah berasal dari bahan baku atau proses produksi.

“Ini kejadian pertama di Cimahi ya, pastinya jadi pelajaran buat kami. Akan terus evakuasi terkait pengolahan, pengawasan, dan teknis lainnya,” kata Hanif.

Ia juga menyoroti penggunaan menu baru dalam paket MBG tersebut. “Buat onigiri sebetulnya di sini baru pertama kali, SPPG lain mungkin sudah ada. Sebenarnya untuk onigiri mungkin ada kendala sampai seperti ini (menyebabkan keracunan),” tambahnya.

Selama bulan puasa, BGN sebenarnya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan penyediaan menu makanan yang tidak mudah basi.

“Untuk pengolahan sesuai SE itu selama Ramadan, sebetulnya disarankan dibuat itu makanan yang tahan lama karena ini Ramadan. Dari kami SPPG ya harapannya dimakan setelah buka puasa,” kata Hanif.

Investigasi Dinas Kesehatan

Untuk memastikan sumber keracunan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi telah mengamankan sampel makanan pada Rabu malam dan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.

“Soal penyebab pasti makanan yang memicu keracunan masih harus menunggu hasil uji laboratorium. Saat ini hasilnya masih belum (keluar),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati.

Mulyati juga telah turun langsung untuk meninjau fasilitas SPPG Karangmekar 02 yang diketahui sudah beroperasi sejak November 2025 lalu. Pihak BGN dijadwalkan akan melakukan inspeksi menyeluruh dalam waktu dekat.

“Dinkes ada SOP kaitan dalam inspeksi kesehatan lingkungan, kemudian cara pengolahan makanan, dan yang paling penting kebersihan lingkungan. Dan itu yang kita cek hari ini. Nanti BGN juga akan turun ke lapangan memeriksa SPPG, sekaligus melihat kondisi pasien di RS,” kata Mulyati.