Megapolitan

Pengaruh Miras dan Cekcok Berulang Jadi Pemicu Taufik Hidayat Tega Sekap Pacarnya Selama 3 Tahun

×

Pengaruh Miras dan Cekcok Berulang Jadi Pemicu Taufik Hidayat Tega Sekap Pacarnya Selama 3 Tahun

Sebarkan artikel ini
Tampang Taufik Hidayat Penganiaya Wanita di Bandung (Foto: Istimewa)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Pengaruh minuman keras (miras) dan perselisihan yang berulang menjadi pemicu utama Taufik Hidayat (30) tega menyekap serta menganiaya kekasihnya, YTR (29). Fakta memilukan tersebut terungkap setelah jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat meringkus tersangka di tempat persembunyiannya, kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026) malam.

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengakui seluruh perbuatan kejamnya yang dilakukan di bawah pengaruh alkohol. Taufik mengklaim dirinya kerap terlibat percekcokan hebat dengan korban sebelum akhirnya gelap mata melakukan kekerasan fisik.

“Semua yang dia lakukan dia mengakui, dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu. Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu,” ujar Irjen Rudi di Mapolda Jabar.

Pelarian Taufik akhirnya kandas di sebuah kompleks perumahan di wilayah Kabupaten Bandung. Polisi berhasil melacak keberadaan tersangka setelah memantau ketat aktivitas transaksinya sejak Selasa pagi. Sebelum digelandang ke Mapolda Jabar, tersangka sempat diamankan di Polsek Majalaya untuk menjalani pemeriksaan awal serta tes urine.

“Sebuah merek minuman keras ya. Sejenis anggur hitam itu. Kesimpulannya tersangka dalam kondisi sehat, siap untuk dilakukan penahanan dan pemeriksaan awal,” tegas Irjen Rudi.

Berdasarkan pemeriksaan urine, hasil tes narkoba terhadap tersangka dinyatakan negatif, sehingga tindakan sadis pelaku dipastikan murni dipicu oleh konsumsi miras jenis anggur hitam tersebut.

Sempat Berpindah-pindah Tempat karena Ketakutan

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Taufik diketahui sempat berpindah-pindah tempat demi menghindari kejaran petugas, termasuk melarikan diri keluar dari wilayah hukum Jawa Barat.

Namun, pelarian tersebut tidak membuatnya tenang. Rasa tidak aman dan bayang-bayang ketakutan justru memaksa pelaku untuk kembali ke Bandung, hingga akhirnya terlacak bersembunyi di rumah salah satu kerabatnya di kawasan perumahan Majalaya.

“Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, dan merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat. Kami sempat menanyakan juga bahwa yang bersangkutan juga merasa takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, dan akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu,” ucap Irjen Rudi.

Sumber: detikJabar