GARUT, TINTAHIJAU.com – Seorang preman di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, bernama Tio alias Tito Kobra, sempat membuat geger setelah mengancam akan membunuh Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat dan Camat Pakenjeng Deni Sugiana. Ancaman itu dipicu rasa tidak terima karena dirinya dipergoki makan di siang hari saat bulan Ramadan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3) sore ketika Muslih tengah berbagi takjil bersama pemuda KNPI Kecamatan Pakenjeng di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Pakenjeng. Saat itu Tito menghampiri Muslih dan mempertanyakan penggerebekan yang dilakukan polisi beberapa hari sebelumnya.
Muslih menjelaskan sekitar 10 hari lalu dirinya memergoki Tito dan sejumlah rekannya makan di siang hari di kawasan perkebunan.
“Saat berada di PLTMH, saya merasa aneh. Ada banyak motor, tapi orangnya tidak ada. Ternyata sedang makan-minum di bawah. Ada 8 orang saat itu, kemudian yang tidak berpuasa saya hukum push up. Dasarnya, kita punya Maklumat Bupati Garut tentang imbauan menjaga ketertiban di bulan Ramadan,” kata Muslih seperti yang dilandir dari laman detikJabar.
Dalam pertemuan tersebut, Tito awalnya hanya mempertanyakan dasar tindakan polisi. Namun situasi memanas ketika ia memaki Muslih dan mengancam akan membunuh Kapolsek serta Camat.
“Saat berlalu, dia bicara…. kalau begitu, ku aing dipaehan Camat sakalaian jeung Kapolsekna,” ungkap Muslih menirukan ucapan Tito.
Muslih kemudian langsung meringkus Tito saat hendak menaiki sepeda motor. Keduanya sempat bergulat sebelum Tito berhasil diamankan, sebagaimana terekam dalam video yang viral di media sosial.
Meski kesal, Muslih tetap menahan warga yang hendak memukuli pelaku. “Kamu jangan main pukul,” ucap Muslih kepada warga.
Kasus tersebut akhirnya tidak berlanjut ke proses hukum. Muslih memilih menyelesaikannya secara pembinaan setelah Tito Kobra meminta maaf secara langsung maupun melalui kepala desa setempat.
“Meskipun kelakuannya seperti itu, tapi yang bersangkutan adalah masyarakat saya. Sudah menjadi kewajiban saya untuk melakukan pembinaan meskipun terkadang nyawa terancam,” ucap Muslih.





