JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, resmi diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di kawasan pemerintahan setempat pada Senin (9/3/2026).
Kabar penangkapan ini dibenarkan oleh Budi Prasetyo selaku Juru Bicara KPK. Saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026), Budi menjelaskan bahwa operasi senyap tersebut dilakukan atas dugaan adanya praktik suap yang berkaitan dengan sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.
Lebih lanjut, Budi merinci pihak-pihak yang turut diamankan oleh lembaga antirasuah tersebut.
“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu, bupati (Rejang Lebong), kemudian wakil bupati, dan juga tiga orang lainnya dari ASN (aparatur sipil negara) di wilayah Pemkab Rejang Lebong, kemudian empat orang lainnya adalah pihak swasta,” ungkapnya.
Rekam Jejak dan Profil Muhammad Fikri Thobari
Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi Pemkab Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari merupakan pria kelahiran Batu Raja, 4 Februari 1981. Ia belum lama memimpin Rejang Lebong karena baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 20 Februari silam untuk mengemban masa jabatan periode 2025-2030.
Secara akademis, Fikri memiliki keahlian di bidang ekonomi dan administrasi publik. Ia menghabiskan masa sekolahnya di SD Negeri 04 Nakau (lulus 1992), SMPN 02 Curup (lulus 1995), dan MAN 2 Curup (lulus 1998). Setelah itu, ia meraih gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada 2006, serta merampungkan pendidikan magister (S-2) di Universitas Prof. Dr. Hazairin pada 2023.
Sebelum terjun sebagai kepala daerah, Fikri memiliki rekam jejak yang panjang di dunia usaha dan media. Ia tercatat pernah menakhodai Koran Sehasen Jaya (2008-2010), menduduki kursi Direktur Utama PT. Bukit Juvi Permata pada 2008, serta menjadi Presiden Direktur PT. Bukit Juvi Group sejak 2014.
Kiprahnya di berbagai organisasi juga sangat menonjol. Pada rentang 2002-2004, ia menjadi Sekretaris Bisnis Development Service STIM AMKOP Palembang. Di ranah sosial keagamaan, ia memegang posisi Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong sejak 2014 hingga saat ini.
Sebagai pengusaha di bidang properti, Fikri menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup (2014-2016) hingga Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu (2016-2019). Saat ini, ia juga memimpin DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu sejak 2019, sekaligus menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman DPP HIMPERRA untuk periode 2024-2028.
Di jalur politik, Fikri dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong semenjak tahun 2019. Selain itu, ia juga masih aktif sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong sejak 2021 lalu.





