Megapolitan

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

×

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Selat Hormuz

TEHERAN, TINTAHIJAU.com — Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran memutuskan untuk menutup total Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul serangan balasan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran, setelah Teheran sebelumnya menargetkan kapal-kapal yang dianggap melanggar jalur pelayaran yang telah ditentukan di selat strategis tersebut. Eskalasi ini memicu kekhawatiran global akan meletusnya peperangan baru.

Melansir pemberitaan BBC, Minggu (12/7/2026), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa jalur pelayaran Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Tidak hanya menutup jalur laut, Iran juga melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS dan para sekutunya di kawasan Timur Tengah. IRGC mengklaim telah berhasil menggempur pangkalan militer AS yang berada di Yordania. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan Bahrain dilaporkan turut mencegat serangan rudal serta pesawat tanpa awak (drone) yang dikirimkan oleh Iran.

Konflik terbuka ini dipicu oleh insiden yang terjadi pada awal pekan, di mana tiga kapal tanker komersial menjadi sasaran serangan hingga memicu aksi saling balas antara Washington dan Teheran. Media resmi pemerintah Iran melaporkan bahwa IRGC melepaskan tembakan rudal jelajah angkatan laut ke arah sebuah kapal yang dituduh mencoba melintasi jalur ilegal. Menurut laporan kantor berita Iran, IRGC mengeklaim kapal tersebut awalnya mengabaikan peringatan berulang kali hingga akhirnya terpaksa ditembak dan dihentikan.

IRGC menegaskan tidak akan tinggal diam jika AS merespons penutupan Selat Hormuz dengan tindakan militer. Mereka memperingatkan akan memberikan perlawanan yang sengit dan siap menjadikan pangkalan-pangkalan baru di kawasan tersebut sebagai target serangan berikutnya.

Sikap tegas ini juga digaungkan oleh otoritas politik Teheran. Melalui media sosial X, Pemimpin Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf secara lugas menyatakan, “era kesepakatan satu pihak telah usai”.

“Kami katakan kepada Anda, penuhi janji Anda atau akan bayar harganya. Kenyataan akan memukul,” tambahnya.

Kerusakan Kapal Komersial dan Respons Militer AS

Di sisi lain, Komando Pusat AS (Centcom) memberikan rilis resmi terkait tiga insiden serangan yang terjadi pekan ini. Centcom menuduh pihak IRGC telah melakukan serangan brutal secara terang-terangan terhadap sebuah kapal komersial berbendera Siprus yang tengah melintasi Selat Hormuz.

Kapal yang diketahui bernama MV GFS Galaxy tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian ruang mesinnya, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Akibat insiden ini, satu orang kru kapal dilaporkan hilang.

“Iran diberi kesempatan lain untuk menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal komersial, tetapi sekali lagi gagal,” tulis Centcom melalui akun X resminya.

Sementara itu, badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan dari otoritas militer di lapangan yang menyatakan bahwa seluruh kru kapal MV GFS Galaxy telah dievakuasi ke sekoci penyelamat setelah terpaksa meninggalkan kapal mereka yang rusak.

Sumber: BBC